Babat Habis Virus ‘Tati My Love’

Virus Tati My Love menyembunyikan folder/subfolder dan membuat file duplikat di dalam flash disk. Virus ini tergolong tidak terlalu jahat karena tidak merusak data.

Virus berukuran 198 KB ini, menurut keterangan resmi yan memalsukan diri sebagai folder berekstensi SCR dan bertype “Screensaver”. Berikut cara ‘menghabisinya’:

Langkah 1:
Matikan “system restore” selama proses pembersihan berlangsung (bagi yang menggunakan Windows XP). Disarankan untuk melakukan pembersihan virus pada Safe Mode.

Langkah 2:
Matikan proses virus dengan nama tati.exe (icon Folder). Untuk mematikan proses virus tersebut silahkan gunakan tools seperti “proceexp”. Tools ini dapat di-download di alamat http://download.sysinternals

Langkah 3:
Cari dan hapus file dengan nama tati.exe di direktori C:\Windows dan C:\Documents and Settings\All Users\Start Menu\Programs\Startup

Langkah 4:
Hapus file duplikat yang dibuat pada flash disk Anda. Untuk mempercepat proses penghapusan, Anda dapat menggunakan menu “Search Windows”. Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan terlebih dahulu file/folder yang disembunyikan. Berikut cara untuk menampilkan file/folder yang disembunyikan dan mencari file virus.

1. Buka [Windows Explorer]
2. Klik menu [Tools], kemudian klik [Folder Options]
3. Pada layar “Folder Options”, klik tab [View]
4. Pada folder [Hidden files and folders], hilangkan tanda centang pada opsi [Hide extensions for known file types] dan [Hide protected operating system files (recommended)]
5. Lalu klik tombol [Ok]

Untuk mencari dan menghapus file virus:

1. Buka Windows Explorer, kemudian klik kanan di lokasi Flash Disk, lalu klik “Search…”
2. Setelah muncul layar “Search Result”, pada kolom “All or part of the file name” isi dengan ekstensi *.SCR
3. Pada kolom “Look in” pastikan sudah menuju ke lokasi flash disk yang akan diperiksa.
4. Klik menu “What size is it”, kemudian pilih opsi Specify size (in KB). Pilih “at most”, isi dengan ukuran “198″.
5. Setelah itu klik menu “More Advanced option”, kemudian beri tanda centang pada Searh system folders, Search hidden files and folders, Search subfolders.
6. Kemudian klik tombol “Search” untuk memulai proses pencarian.
7. Setelah berhasil ditemukan, hapus file virus yang mempunyai ukuran 198 dengan ekstensi SCR (Screen Saver) dengan icon “Folder”

Langkah 5:
Tampilkan kembali file/folder yang sudah disembunyikan oleh virus pada flash disk Anda dengan cara:

1. Klik [Start] menu
2. Klik [Run]
3. Pada dialog box [Run] ketik “CMD” tanpa tanda kutip, kemudian tekan tombol [Ok].
4. Setelah muncul Dos Prompt, pindahkan kursor ke lokasi flash disk. Contoh jika flash disk Anda adalah E: maka ketik perintah E: kemudian tekan tombol [Enter].
5. Setelah kursor berada di drive E (flash disk), ketik perintah: ATTRIB –s –h /s /d

Langkah 6:
Rajin-rajin men-scan komputer dengan anti virus yang ter-update.

Cara Membersihkan Virus Stargate

Virus Stargate konon ‘cukup’ sulit untuk dibersihkan. Salah satu penyebab virus ini mampu bertahan adalah kemampuannya untuk me-redirect file eksekusi (exe/com/bat/pif/VBS/REG dan lnk) ke file virus. Namun bukan berarti virus ini tidak dapat dilumpuhkan. Ada satu celah yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh virus tersebut. Virus ini tidak akan memblokir file yang berekstensi SCR.

Untuk membunuh virus ini Anda hanya membutuhkan beberapa tools seperti tools kill process (killvb.scr), registry viewer (regAlizer.scr) dan script untuk menghapus sisa string registry yang dibuat oleh virus (repair.vbs). Berikut cara membersihkan virus Stargate:

1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.
2. Sebaiknya lakukan pembersihan pada “safe mode”.
3. Matikan proses virus. Untuk mematikan proses virus ini, Anda dapat menggunakan tools KillVB. Sebelum menjalankan file tersebut sebaiknya ganti ekstensi dari exe manjadi SCR agar tidak diblok oleh virus.
4. Hapus registry yang dibuat oleh virus. Untuk mempermudah proses pembersihan, salin script di bawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama repair.vbs. Jalankan file repair.vbs dengan cara klik 2x file tersebut.

Dim oWSH: Set oWSH = CreateObject(“WScript.Shell”)

on error resume Next
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\CLASSES\batfile\shell\open\command\”,”"”%1″” %*”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\CLASSES\comfile\shell\open\command\”,”"”%1″” %*”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\CLASSES\exefile\shell\open\command\”,”"”%1″” %*”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\CLASSES\piffile\shell\open\command\”,”"”%1″” %*”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\CLASSES\lnkfile\shell\open\command\”,”"”%1″” %*”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\CLASSES\regfile\shell\open\command\”,”regedit.exe %1″
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system\DisableRegistryTools”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system\DisableRegistryTools”)
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot\AlternateShell”,”cmd.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot\AlternateShell”,”cmd.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet003\Control\SafeBoot\AlternateShell”,”cmd.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\AlternateShell”,”cmd.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\Shell”,”Explorer.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\exefile\”,”Application”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\inffile\”,”Setup Information”
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\AeDebug\Debugger”,”"
oWSH.Regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Start Page”,”About:Blank”
oWSH.Regwrite “HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\SCRNSAVE.EXE”,”"
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\exefile\DefaultIcon\”,”%1″
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFind”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoFolderOptions”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoRun”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoSetFolders”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoSetTaskbar”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer\NoTrayContextMenu”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore\DisableSR”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore\DisableConfig”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\System Monitoring”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\system\DisableCMD”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\system\DisableCMD”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System\DisableTaskMgr”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\Installer\LimitSystemRestoreCheckpointing”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows\Installer\DisableMSI”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main\Windows Title”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\System Monitoring “)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\LogonNetworkService”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run\st4rg4tE”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\DisallowRun”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\NoFind”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\DisallowRun\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\DisallowRun\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\DisallowRun”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer\NoFind”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ansav.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ansav32.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ansavgd.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\Avguard.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\attrib.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\Avscan.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ClamWinPortable.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\command.com\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\firefox.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\iexplore.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\msconfig.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-CLN.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-RTP.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV-SE.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\setup.exe\debugger\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\ViRemoval.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\Winamp.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\Winrar.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\Winzip.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\antv-md5-pattern.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\Msconfig.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedit.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\cmd.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\taskmgr.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\cmd.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\regedit32.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\RegistriEditor.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\rstrui.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\avgnt.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\avgw.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\cclaw.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\killvb.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\nip.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\nipsvc.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\niu.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\njeeves.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\notepad.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\nvccf.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\nvcoas.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\nvcod.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\PCMAV.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\zanda.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\zlh.exe\”)
oWSH.RegDelete(“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Image File Execution Options\URemovalCRC32.exe\”)
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\mp3file\DefaultIcon\”,”C:\Program Files\Windows Media Player\wmplayer.exe,-120″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\inffile\DefaultIcon\”,”shell32.dll,-151″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\inifile\DefaultIcon\”,”shell32.dll,-151″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\mpegfile\DefaultIcon\”,”shell32.dll,-120″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\mp3file\shell\open\command\”,”C:\Program Files\Windows Media Player\wmplayer.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\mpegfile\shell\open\command\”,”C:\Program Files\Windows Media Player\wmplayer.exe”
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\txtfile\”,”Text Documents”
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\txtfile\DefaultIcon\”,”shell32.dll,-152″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\jpegfile\”,”JPEG Image”
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\jpegfile\DefaultIcon\”,”shimgvw.dll,3″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\dllfile\DefaultIcon\”,”shell32.dll,-154″
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\inifile\shell\open\command\”,”C:\WINDOWS\System32\notepad.exe %1″
oWSH.Regwrite “HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\inffile\shell\open\command\”,”C:\WINDOWS\System32\notepad.exe %1″
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\Directory\shell\”,”none”
oWSH.Regwrite “HKEY_CLASSES_ROOT\Folder\shell\”,”"

Sebelum menjalankan file repair.vbs sebaiknya Anda set terlebih dahulu registry berikut dengan tujuan agar dapat mejalankan file repair.vbs tersebut, karena jika tidak diubah maka file tersebut akan diblok karena berekstensi .VBS.

Berikut key yang harus anda set:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\exefile\shell\open\commandkemudian set registry pada string Default menjadi “%1″ %*
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Classes\VBSFile\Shell\Open\Command

Kemudian set registry pada string Default menjadi %SystemRoot%\System32\WScript.exe “%1″ %*

Untuk set string ini, Anda dapat menggunakan tools RegAlizer. Anda dapat men-download tools tersebut di sini. Kemudian jalankan file repair.vbs.

5. Hapus file induk dengan menggunakan gunakan fungsi “Search Windows”. Ciri-ciri file tersebut sebagai berikut:

* Menggunakan Icon Folder
* Berukuran 46 KB
* Type File “Application”
* Ekstensi Exe dan Com

Sebelum mencari file virus tersebut, tampilkan terlebih dahulu file yang tersembunyi pada Folder Option, caranya adalah:

* Buka Windows Explorer
* Klik menu “Tools”
* Klik “Folder Option”
* Klik tabulasi “View”
* Pada kolom “Advanced settings”, pada “Hiddenfiles and folders” lakukan langkah berikut:
* Pilih opsi “Show hidden files and folders”
* Uncheck opsi “Hide extenton for known file types”
* Uncheck opsi “Hide protected operating system files (Recommanded)”

* Klik “Apply”
* Klik “OK”

Setelah itu cari file virus dengan menggunakan “Search”, kemudian hapus file induk dan file duplikat virus.

6. Ubah attribut file GPT.INI yang ada di direktori C:\Windows\system32 dengan cara:

* Klik “Start”
* Klik “Run”
* Ketik CMD
* Pada layar Dos Prompt, ketik CD\ [enter]
* Ketik CD windows\system32\GroupPolicy [enter]
* Ketik ATTRIB -s -h -r GPT.ini [enter]

7. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang, scan komputer dengan antivirus yang up-to-date dan sudah mengenali virus ini dengan baik.

19 Lampu Merah di Jakarta Alami Gangguan

JAKARTA – Pagi ini diinformasikan sebanyak 19 lampur merah di wilayah DKI Jakarta mengalami gangguan, akibatnya lalu lintas pun menjadi terganggu, beberapa terjadi kemacetan.

Menurut informasi Traffic Manajemen Center (TMC) Polda Metro Jaya, Kamis (24/4/2008), berikut lampu merah yang mengalami gangguan:

WIlayah Jakarta Selatan
1.Lampu Merah Petogokan
2. Lampu Merah MC Donald Kemang
3. Lampu Merah Keluar Terminal Bus Blok M
4. Lampu Merah Bunyamin Pasar Raya
5. Lampu Merah Pondok Pinang

Wilayah Jakarta Timur
1. Lampu Merah LP Cipinang
2. Lampu Merah Cipinang Lontar

Wilayah Jakarta Barat
1. Lampu Merah Kayu Besar
2. Lampu Merah Joglo
3. Lampu merah Wadas Kalideres
4. Lampu merah Jembatan Lima
5. Lampu Merah Intercon Kembangan
6. Lampu Merah Out Ramp Kamal
7. Lampu Merah Cengkareng Barat

Wilayah Jakarta utara
1. Lampu Merah Aldira
2. Lampu Merah Bakti
3. Lampu Merah Gedong Panjang
4. Lampu Merah Jl. Baru Ancol
5. Lampu Merah Enggano

Sedangkan untuk wilayah Jakarta Pusat sampai saat ini belum ada informasi mengenai lampu merah yang mengalami gangguan. Bagi masyarakat pengguna jalan yang akan melintas lampu merah tersebut di himbau untuk bersabar, selalu patuh rambu – rambu lalu lintas yang berlaku.

8 Kiat Mencegah Laptop Overheat

Insiden laptop meledak karena overheat (panas berlebih) belakangan ini seringkali terjadi. Tentunya kejadian ini membuat para pengguna laptop yang lain turut ketar-ketir.

Waspada memang penting, tapi jangan sampai kita menjadi paranoid. Untuk itulah, simak 8 kiat untuk menghindari terjadinya overheat pada laptop:

  1. Bersihkan sistem ventilasi pada laptop dengan kompresor.
  2. Selalu letakkan laptop di permukaan yang keras. Hindari meletakkan laptop di selimut, kain wool atau permukaan lembut lainnya yang dapat menghalangi angin dan pertukaran udara.
  3. Matikan laptop sebelum memasukkannya ke dalam kotak/tas. Jika Anda tidak ingin mematikannya, atur laptop dalam kondisi hibernate. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya proses peningkatan panas. Jangan sekali-kali meletakkan laptop yang sedang beroperasi di tempat yang sempit, ini bisa meningkatkan panas.
  4. Instal software monitoring, seperti SpeedFan, yang memungkinkan Anda untuk mengawasi dan memantau suhu prosesor, hard drive dan komponen lainnya.
  5. Atur setting power untuk mencegah panas berlebih pada komponen seperti layar dan hard drive. Turunkan power secepatnya jika memang tidak dibutuhkan.
  6. Anda juga bisa menggunakan pendingin laptop yang dapat mencegah panas berlebih.
  7. Jika laptop Anda berpotensi mengalami overheat dan masih dalam masa garansi, jangan ragu untuk melaporkan keluhan Anda tersebut.
  8. Jika Anda berencana membeli laptop baru, jangan gegabah! Telitilah dulu dengan seksama. Cari informasi tentang laptop model dan merek apa yang sering overheat, sehingga Anda tidak menyesal di kemudian hari.

3 Solusi Ketika USB Flash Drive Ngadat

Media penyimpanan USB Flash Drive seringkali ngadat tak mau dilepas secara aman dari komputer. Seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Selasa (15/4/2008), berikut beberapa tips praktis untuk mengatasinya.

1. Manfaatkan ‘Task Manager’

Seringkali ketika akan dilepas dari komputer, terdapat pernyataan USB Flash Drive tak aman dicopot. Jika Anda sudah menutup semua program dan USB Flash Drive tetap ngadat tak mau dilepaskan, cobalah memakai aplikasi ‘Task Manager’.

Tekan ‘Ctrl-Alt-Delete’ secara bersamaan untuk memunculkan ‘Task Manager’ di Windows XP. Kemudian klik tab ‘Processes’. Setelah itu, periksalah detail proses-proses komputasi yang sedang terjadi di sini.

Jika terdapat proses yang kira-kira berasal dari USB Flash Drive, pilihlah proses tersebut kemudian tekan ‘end process’. Kemudian, cobalah untuk kembali melepaskan USB Flash Drive.

2. Alternatif Lain

Namun jika dengan cara di atas USB Flash Drive tetap dinyatakan tak aman dilepas, ada 2 pilihan yang bisa diambil yaitu:

- Matikan komputer kemudian cabut USB Flash Drive tersebut.

- Atau Anda bisa menempuh risiko dengan langsung saja mencabut USB Flash Drive. Langkah ini dinilai tak menimbulkan masalah jika USB Flash Drive dicopot saat seluruh programnya telah ditutup. Namun tiada jaminan Flash Drive Anda aman dengan cara ini.

3. Pakai Software ‘USB Safely Remove’

Anda juga bisa mencoba versi trial software bernama USB Safely Remove. Software ini gunanya untuk menganalisis penyebab USB Flash Drive tak mau dilepas, kemudian menunjukkan solusinya. Hanya saja jika Anda ingin memiliki software ini secara permanen, Anda harus membayar sejumlah uang.

Danau Hilang Akibat Pemanasan Global

Danau Hilang Akibat Pemanasan Global

SEBUAH danau di Cile pada awal bulan ini mendadak hilang. Air dalam danau itu habis karena mengalir ke sungai setelah bendungan alamiah berupa dinding es abadi yang mengelilingi danau itu mencair akibat pemanasan global.

“Air bervolume sangat besar tiba-tiba menggelontor sungai. Ombak air pun menggunung seperti tsunami,” ujar ahli struktur es Center for Scientific Studies, Gino Casassa.

Casassa menilai, keruntuhan dinding-dinding es abadi pembendung danau itu disebabkan peningkatan suhu udara di sekitar danau. Peningkatan suhu tersebut disebabkan pemanasan global. Ini bukan insiden pertama sebuah danau hilang dari permukaan Bumi akibat pemanasan global.

Tahun lalu, insiden serupa juga terjadi di Cile. Saat itu, sebuah danau seluas 4-5 hektare (sepuluh kali luas lapangan sepak bola) di pedalaman hutan tiba-tiba raib. Yang tersisa hanya kawah berkedalaman sekira 50 meter. “Danau itu hilang begitu saja. Tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya,” tandas Kepala Dinas Kehutanan Nasional Cile Juan Jose Romero, di Magallanes, di lokasi danau tersebut.

Sekelompok ahli geologi dan ahli lingkungan hidup kemudian dikirimkan ke wilayah itu untuk menyelidiki hilangnya danau tersebut. Hampir satu bulan berselang, para ahli pun berhasil menarik kesimpulan mengenai penyebab hilangnya danau tersebut.

Mereka menilai, pemanasan global adalah penyebab hilangnya danau itu. “Kami menemukan sebuah celah besar di dinding es danau Bernardo. Kami yakin air mengalir keluar lewat sana. Ini menegaskan bahwa lapisan es di wilayah tersebut semakin menipis,” papar ketua tim peneliti, Andres Rivera, ahli glasiologi dari Pusat Studi Ilmiah Cile.

Perubahan Besar, Komunitas Linux Berkembang Pesat

JAKARTA – Komunitas Linux Kernel dalam tiga tahun terakhir ini berkembang pesat, di mana selain Linux Torvalds, kini orang juga mengenal sosok Al Viro yang berhasil memberikan kontribusi sekira 1571 perubahan dalam Linux Kernel tersebut.

Linux Kernel merupakan inti dari sistem operasi open source Linux, dimana, berdasarkan laporan the Linux Foundation, kontribusi yang diberikan oleh Al Viro jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Linux Torvalds yang dikenal sebagai pendiri Linux.

Laporan Linux Foundation menyebut bahwa Linux Torvalds hanya mampu memberikan kontribusi perubahan 495 buah pada Linux Kernel.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, The Linux Foundation mencatat sekira sepuluh individu yang telah memberikan kontribusi, kurang lebih 15 persen dari Kernel, dan 30 pengembang memberikan kontribusi sekira 30 persen.

Salah satunya Jim Zemlin, memuji kontribusi pribadi itu karena sekira 3700 pengembang dari 200 perusahaan telah tercatat memberikan kontribusinya sejak 2005 silam. Laporan tersebut membagi kontributor dalam beberapa kategori dimana perubahan Linux Kernel menduduki peringkat teratas dengan 13.9 persen.

Untuk kategori perusahaan, seperti dilansir PCWorld, Sabtu (12/4/2008), Red Hat menduduki peringkat pertanma dengan 11.2 persen diikuti oleh Novell 8,9 persen, IBM 8,3 persen, Intel 4,1 persen dan the Linux Foundation 3,5 persen. Kontribusi terkecil diberikan oleh Oracle 1,3 persen dan Fujitsu 0,5 persen.

Melalui emailnya, Greg Kroah-Hartman, yang merupakan salah satu dari 30 penyumbang pribadi mengaku sangat senang meskipun sumbangan itu merupakan bagian dari profesinya sebagai pegawai di Novell. Sepakat dengan Zemlin, Kroah-Hartman mengakui bahwa pengembangan Linux Kernel kini semakin pesat.

Mantan Pegawai Microsoft Gabung di HDS

AKARTA – Kerstin Baxter telah resmi diangkat sebagai Director of Volume Channels, Hitachi Data Systems Asia Pasific. Dalam tugas barunya, Kerstin akan bertanggung jawab untuk mendorong strategi perluasan volume business channel Hitachi Data Systems di Asia Pasifik bersama mitra-mitra utama global dan regional seperti Acer, Ingram Micro, juga dengan pemain-pemain baru yang sudah diidentifikasi dari usaha kecil dan menengah.

Kerstin memiliki track record yang sudah terbukti untuk peran barunya itu. Sebelumnya, dia adalah Channel Director Hitachi Data Systems di Australia dan Selandia Baru. Di sana dia bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memperluas program channel Hitachi Data Systems untuk membawa solusi storage kelas enterprise kepada organisasi kecil dan menengah di seluruh Australia dan Selandia Baru. Sebelumnya lagi, Kerstin selama sepuluh tahun bekerja di Microsoft Australia di berbagai posisi dan peran dengan fokus sales. Dia bertanggung jawab mengembangkan dan melaksanakan strategy Partner Microsoft dan telah sukses melampaui target bisnis dengan secara efektif meningkatkan komunitas partners Microsoft.

“Usaha kecil dan menengah adalah salah satu fokus utama dari segmen pasar Hitachi Data Systems Asia Pasifik. Kami percaya dengan pengangkatan Kerstin, kami akan membuat jalan masuk lebih jauh ke dalam segmen pasar yang berkembang cepat ini dengan produk-produk khusus yang didesain untuk menyederhanakan masalah dari customer SMB. Pengalaman dan kepemimpinan Kerstin juga akan membantu cara Hitachi Data Systems berubah menjadi high volume business dalam hal logistik, infrastruktur dan proses,” ujar Glenn Carroll, Vice President of Sales and Operation and Acting General Manager Hitachi Data Systems Asia Pasifik melalui keterangan pers, Rabu (16/4/2008).

“Saya senang diberikan kesempatan untuk memainkan peran yang menantang di wilayah yang strategis dalam kegiatan bisnis Hitachi Data Systems. Yang menjadi fokus saya adalah memberikan solusi storage yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan dan harapan klien di wilayah ini. Saya yakin memenuhi kesempatan ini dengan kekuatan solusi kami, kemitraan kami dengan vendor teknologi terkemuka serta kemampuan tim kami,” ungkap Kerstin Baxter.

Xeon X 5365, Pilihan Pas Efisiensi Daya

Xeon X 5365, Pilihan Pas Efisiensi Daya

Meneruskan tujuannya dalam mengeluarkan prosesor quad-core untuk server dan produk-produk lainnya lebih awal dari jadwal, Intel Corporation meluncurkan dua prosesor quad-core Intel Xeon. Prosesor-prosesor terbaru ini akan menampilkan kombinasi kinerja dan efisiensi daya yang luar biasa, seiring dengan strategi harga untuk membawa industri enterprise ke sistem multi-core. Prosesor Intel Xeon X5365 dan L5335 juga memiliki kemampuan virtualisasi terbaru.

Dirancang untuk perusahaan-perusahaan yang menjalankan aplikasi-aplikasi server dan workstation penting, prosesor Intel Xeon X5365 merupakan prosesor pertama di industri yang memiliki prosesor quad-core 3.0GHz dan mampu bekerja dengan paket daya standar 120 watt. Prosesor X5365 juga memiliki front-side bus (FSB) dengan kecepatan 1333MHz.

Dengan kemampuan penyerapan energi yang dimiliki oleh prosesor Intel Xeon L5335, Intel mengantarkan prosesor quad-core dengan performa lebih tinggi serta dirancang untuk server yang memerlukan ruang optimal dan konsumsi daya lebih hemat. Prosesor ini mencakup clock speed 2.0 GHz dan FSB 1333MHz dalam paket daya sebesar 50 watt.

“Intel terus berinovasi untuk mampu menjadi pemimpin dalam industri multi-core dengan menyediakan pilihan produk-produk quad-core bagi mereka yang menginginkan kinerja terbaik, konsumsi daya lebih sedikit, dan berbagai keuntungan lainnya,” kata Kirk Skaugen, Vice President Intel Digital Enterprise Group dan General Manager Server Platform Group, Kamis (23/08).

“Hukum Moore, desain silikon Intel, proses teknologi dan Core Microarchitecture membantu kami dalam memberikan nilai tambah bagi pengguna dengan memberikan jenjang harga prosesor Xeon dual-core terhadap clock frequency yang lebih sesuai dengan adopsi pasar terhadap quad-core.”

Prosesor-prosesor ini sesuai untuk menjalankan aplikasi desain secara terus menerus dan transaksi analisis, meningkatkan kinerja rendering dan mengatur analisis industri secara lebih cepat seperti pelayanan finansial. Kedua prosesor dapat dipindahkan secara mudah dan cocok dengan platform server Intel lainnya yang sudah ada.

Kemampuan Tambahan

Intel juga menambahkan kemampuan teknologi tinggi ke dalam prosesor Intel Xeon X5365 dan L5335 untuk mempermudah virtualisasi dan lebih meningkatkan efisiensi daya. Sebagai tambahan mengenai Intel Virtualization Technology, yang meningkatkan penghematan solusi virtualisasi dan mampu memperoleh dukungan sistem operasi 64-bit, prosesor ini juga menampilkan prosesor lanjutan Virtualization Technology untuk penanganan gangguan yang telah diperbaiki dalam virtualisasi 32-bit dan sistem operasi Microsoft Windows.

Sebagai bagian dari usaha Intel untuk memastikan bahwa para pembuat sistem memperoleh konsumsi daya yang efisien, serta para pengguna dapat terus mengatur konsumsi energi, prosesor-prosesor ini dilengkapi dengan sistem baru – transparant energy smart technology yang mengurangi konsumsi daya sampai dengan 50 persen.

Sukses Belajar

Belajar Sukses!

BELAJAR. Mendengar kata ini saja sebagian orang sudah merasa ”alergi”. Yang terbayang dibenak adalah setumpuk buku tebal yang membosankan. Banyak orang juga beranggapan bahwa mereka sudah lama lulus dari sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang-orang tersebut berpikir demikian karena mereka tidak melihat ataupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatan ”belajar”.

Dalam berbisnis, belajar sudah menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku bisnis dapat dipastikan akan jauh tertinggal dan tersingkir dari persaingan, karena belajar menumbuhkan inovasi, dan inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam berbisnis. Belajar pun harus dilakukan dengan cepat, bahkan jika mungkin, harus lebih cepat dari pesaing, dan dari perubahan yang terjadi. Jadi, untuk sukses di bidang apa pun yang kita tekuni, kita harus ”BELAJAR”. Belajar yang bagaimana yang bisa membawa sukses? Simak belajar untuk sukses berikut.

Manfaat Belajar
Menurut D.A Benton yang telah mensurvei para CEO (Chief Executives Officers) dari berbagai bidang industri, belajar merupakan salah satu kebiasaan penting para CEO sukses. Pemimpin perusahaan yang efektif senantiasa mengembangkan diri dengan belajar, karena mereka banyak mendapatkan manfaat dari kebiasaan sukses ini.
Orang penting. Dengan banyak ”belajar” kita menjadi orang yang memiliki banyak pengetahuan. Orang sekitar kita pun akan melihat dan merasakan ”aset” pengetahuan yang kita miliki, sehingga mereka akan datang kepada kita untuk mendapatkan ”solusi” yang mereka cari. Dengan demikian, kita bisa menjadi orang yang diperlukan oleh orang-orang sekitar kita, karena dianggap dapat memberikan manfaat, solusi bagi mereka. Alhasil, kemungkinan besar kita tidak akan tersingkir dari persaingan di tempat kerja. Sebaliknya, pengetahuan kita yang terus bertambah tersebut akan bisa membuka kesempatan besar untuk melaju dalam karier, ataupun dalam persaingan bisnis.
Misalnya: Rini, yang memiliki banyak pengetahuan dan keterampilan, senantiasa menjadi andalan teman-teman, bahkan atasannya sebagai ”narasumber” dalam membantu mereka mengatasi berbagai masalah. Rini, yang memiliki pengetahuan bahasa Inggris paling baik di antara teman-temannya, dan pengetahuan yang luas dalam bidang pemasaran dan keuangan, selalu saja dimintai pendapat dalam membuat surat dan proposal bisnis penting untuk mitra asing, ataupun dalam menyiapkan presentasi bisnis dan negosiasi dengan calon pembeli. Atasan Rini pun selalu membawa Rini dalam pertemuan dengan mitra bisnis asing, ataupun dalam menghadiri pertemuan-pertemuan bisnis di luar negeri.
Keputusan berkualitas. Pengetahuan dan keterampilan yang kita dapatkan dari kebiasaan belajar, bisa menjadi alat ampuh dalam membantu kita mengambil keputusan yang berkualitas. Dengan kemampuan yang selalu disempurnakan, kita menjadi lebih bijak dalam melihat suatu permasalahan, karena bisa melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas. Hal ini membantu kita untuk menghasilkan alternatif solusi yang lebih beragam, dan lebih tajam karena didukung dengan pengetahuan dan keterampilan yang lebih kaya.
Misalnya: Toto, yang memiliki minat besar dalam bidang e-learning, beberapa bulan terakhir ini banyak membaca berbagai literatur di bidang pembelajaran elektronik. Ketika perusahaan IT tempat ia bekerja kemudian mengembangkan bisnis ke arah e-learning, ia diberi kepercayaan untuk pembuatan proposal pengembangan bisnis di bidang e-learning. Ditunjang dengan pendidikannya di bidang keuangan, keterampilan di bidang teknologi informasi, dan pengetahuan yang baru saja dipupuknya di bidang e-learning, Toto berhasil menyusun berbagai keputusan bisnis yang lebih berkualitas dan dengan derajat keyakinan sukses yang lebih tinggi.
Master of change. Pembelajaran senantiasa membawa perubahan, karena pengetahuan dan keterampilan yang baru, seseorang memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan. Di dunia bisnis yang diwarnai dengan perubahan yang cepat. Para pelakunya harus senantiasa menelurkan perubahan. Jika pelaku bisnis tidak berubah, maka mereka akan dilibas oleh perubahan tersebut. Sebaliknya, dengan senantiasa melakukan pembelajaran yang berkesinambungan, pelaku bisnis bisa menjadi pihak yang mengendalikan perubahan (master of change), bukan pihak yang menjadi korban perubahan.
Misalnya: Untuk memasuki bisnis teknologi tinggi yang penuh perubahan, pemain baru di industri ini haruslah menawarkan sesuatu yang baru agar bisa tampil sebagai pemenang. Inilah yang dilakukan oleh Michael Dell, pebisnis yang pada saat itu masih sangat muda. Pengetahuannya yang kuat di bidang perakitan komputer, serta kebiasaan belajarnya yang diperoleh dengan senantiasa mengamati perubahan yang terjadi di industri yang ditekuni, mendorong pemuda ini untuk berani tampil melibas pemain lama di dunia perakitan komputer. Cara baru yang cepat, unik, dan cerdas di tawarkan pada pelanggan, yaitu kesempatan untuk merakit komputer sesuai dengan kebutuhan sendiri, dengan harga yang relatif lebih murah, dan pengiriman yang lebih cepat.

Apa Yang Dipelajari
Okay. Sekarang kita sudah yakin bahwa belajar itu dapat mendatangkan banyak manfaat. Tapi, apa sih sebenarnya yang harus kita pelajari?
Yang diperlukan. Prioritas utama dalam pembelajaran tentunya adalah pembelajaran seputar topik-topik yang bisa langsung diperlukan untuk menunjang pekerjaan kita. Jika kita bergerak di bidang IT solution, tentunya kita harus banyak melahap literatur (buku, artikel, majalah) yang berhubungan dengan teknologi informasi. Kita juga bisa belajar dengan mengamati sepak terjang tokoh-tokoh bisnis IT ataupun perusahaan IT yang telah sukses di bidang masing-masing. Jika kita bergerak di bidang SDM, pastilah topik-topik pengembangan sumber daya manusia, dan pelatihan-pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi topik-topik utama yang perlu kita gali.
Yang menunjang. Selain mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan yang kita tekuni, kita juga bisa mempelajari pengetahuan dan keterampilan penunjang, yaitu yang bisa memberi nilai tambah bagi kualitas pekerjaan kita. Pengetahuan dan keterampilan bernegosiasi, berkomunikasi dengan efektif, menyusun anggaran, mengendalikan dan memimpin orang lain, project management, serta menyusun anggaran sudah pasti dapat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan kita dengan lebih baik.
Yang disenangi. Pengetahuan dan keterampilan yang langsung terkait ataupun yang tidak langsung dapat menunjang pekerjaan kita memang sangat diperlukan. Tapi, yang juga kita perlukan adalah pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi kesenangan dan kenikmatan bagi kita. Biasanya pengetahuan dan keterampilan ini berkaitan dengan minat dan hobi kita. Jika kita adalah seorang akuntan, tapi memiliki minat besar di bidang otomotif, kita bisa saja melahap bahan bacaan, melakukan observasi tentang dunia otomotif. Jika, ternyata kita mendapat kesempatan untuk mengaudit sebuah perusahaan otomotif, kita sudah memiliki latar belakang kegiatan otomotif yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Jadi, galilah dan pupuk minat kita walaupun sepertinya tidak terlalu berhubungan dengan pekerjaan kita saat ini.
Yang meningkatkan kualitas watak. Yang juga perlu diingat dalam mencari hal-hal yang harus dipelajari, adalah tidak sekedar pengetahuan dan keterampilan ”teknis” semata. Yang lebih penting adalah melakukan pembelajaran dalam hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak, misalnya: belajarlah juga bagaimana mengembangkan integritas, kejujuran, disipilin, keyakinan sukses, kepemimpinan dan komitmen. Semua ini bisa kita gali melalui pengamatan terhadap atasan, bawahan, teman sejawat, ataupun tokoh sukses di sekitar kita. Sumber lain yang juga sangat kaya akan hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas watak adalah buku-buku biografi orang-orang terkenal.

Prinsip Belajar
Lalu, prinsip apa yang dapat kita terapkan dalam melakukan pembelajaran yang berkelanjutan? Ada dua prinsip yang harus kita perhatikan, yaitu:
Komitmen. Douglas Brown, seorang pakar bahasa, mengatakan bahwa jika ingin belajar dengan sukses, prinsip utamanya adalah komitmen, yaitu: komitmen secara fisik, mental, dan emosional. Prinsip ini tidak hanya berlaku bagi pembelajaran di bidang bahasa, melainkan juga di bidang-bidang lain. Menurut Brown, agar belajar memberikan hasil yang maksimal, seorang pembelajar perlu secara fisik memberikan komitmennya dalam belajar, misalnya dengan menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat secara fisik dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang ditemui dalam belajar. Komitmen secara mental juga diperlukan, yaitu dengan memproses informasi yang didapatkan (bukan sekedar mendengar informasi selintas, dari kuping kiri ke kuping kanan, atau membaca selintas tanpa menyimak). Komitmen secara mental bisa dilakukan misalnya dengan mengaitkan informasi yang baru diterima, dengan pengalaman kita, dan mencari cara ataupun kesempatan untuk menerapkan informasi baru ini untuk meningkatkan kualitas pekerjaan, kegiatan, dan kehidupan kita. Sedangkan komitmen secara emosional melibatkan upaya untuk ”menyukai” apa yang kita pelajari. Tanpa rasa ”senang” akan sulit bertahan dalam belajar, terutama jika kita menghadapi bagian-bagian yang sulit untuk dicerna. Kesenangan akan topik yang dipelajari akan tumbuh jika kita bisa mencari dan menggali manfaat dari topik yang dipelajari tersebut, atau jika kita memiliki minat yang tinggi terhadap topik tersebut.
Praktik. Prinsip lainnya adalah praktik. Mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari akan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas hidup kita. Tanpa praktik, lama-kelamaan pengetahuan dan keterampilan tersebut akan menjadi usang. Seperti halnya belajar mengendarai mobil. Jika kita hanya ”membaca” dan ”memahami” petunjuk dalam mengendarai mobil, tanpa ada usaha untuk mencoba ”menjalankan” mobil tersebut, maka pengetahuan ini akan sia-sia, kita tidak akan bisa mengendarai mobil. Kita harus mau mencoba turun ke jalan. Pada mulanya pasti banyak hambatan, tapi dengan berjalannya waktu, dan keinginan untuk belajar dari tiap kesalahan yang kita lakukan, kita akan semakin mahir dalam mengendarai mobil. Jadi, pengetahuan dan keterampilan yang baru dipelajari, agar dapat memberikan manfaat yang optimal, perlu ”DIPRAKTIKKAN”.

Strategi Belajar Sukses
Setelah mengetahui manfaat belajar, apa yang harus dipelajari, dan prinsip yang bisa diterapkan untuk belajar, kita juga perlu mengetahui strategi belajar yang dapat memberikan hasil yang optimal. Banyak strategi belajar yang bisa kita pilih untuk diterapkan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
Belajar Efisien. Survei yang dilakukan terhadap orang-orang yang sudah mencapai posisi puncak membuktikan bahwa mereka memiliki kebiasaan ”belajar”. Pertanyaan selanjutnya: Bagaimana mereka bisa memiliki waktu belajar di tengah kesibukan mereka? Ternyata mereka bisa belajar kapan saja, dimana saja, dan dari siapa saja. Selain dari membaca buku, majalah dan surat kabar di rumah, mereka juga bisa memanfaatkan waktu menunggu, waktu makan siang, waktu di jalan (berkendaraan, maupun dalam penerbangan dan perjalanan dengan kereta api) untuk menambah ilmu.
Selain membaca, mereka juga memanfaatkan waktu mereka untuk melakukan observasi lapangan berbagai hal yang terjadi sekitar mereka. Cara lain yang mereka terapkan adalah mendengarkan informasi berbentuk ”audio” (kaset, CD) dalam perjalanan atau dalam melakukan pekerjaan lain. Mereka juga menyerap informasi penting dan menarik dari diskusi dengan sesama profesional, atasan, bawahan, pelanggan, guru, pelatih, dan juga dari pesaing. Mereka juga sering menyempatkan diri untuk menghadiri seminar, workshop, ataupun pelatihan singkat, ataupun menyempatkan waktu untuk meningkatkan diri melalui sarana elektronik (misalnya: anggota beberapa mailing list, memanfaatkan fasilitas e-learning).
Belajar Efektif. Seperti juga kepribadian, setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda. Ada yang lebih mudah belajar melalui audio. Ada yang lebih dapat menyerap informasi yang berupa tampilan secara visual. Ada juga yang lebih mudah menyerap informasi melalui gerakan. Selain gaya belajar yang dihubungkan dengan indera, gaya belajar juga bisa dihubungkan dengan waktu. Sebagian orang lebih mudah belajar di pagi atau siang hari. Sedangkan sebagian lagi lebih mudah belajar di malam hari. Yang penting adalah mengenali gaya belajar kita. Setelah itu kita bisa menyusun strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar kita.
Misalnya, jika kita lebih mudah belajar di malam hari dan kita cenderung lebih efektif menyerap informasi dalam bentuk visual, maka strategi belajar kita adalah belajar hal-hal yang serius di malam hari dengan menggunakan input visual ataupun memvisualisasikan informasi yang kita terima (misalnya, kita bisa menggambarkan informasi yang kita baca dengan diagram, simbol-simbol, flowchart, grafik, yang dapat mempermudah pemahaman kita akan informasi yang akan kita serap).
Belajar Bijak. Pengalaman (terutama kegagalan, kesuksesan, kesalahan) adalah guru yang terbaik. Jadi, jangan pernah melewatkan kesuksesan yang kita raih, kegagalan yang kita alami, dan kesalahan yang kita lakukan tanpa memetik pengalaman dari hal-hal tersebut. Tetapi waktu kita untuk belajar dari pengalaman sangat terbatas. Kita tidak akan bisa memanfaatkan semua waktu yang kita dapatkan untuk mempelajari semua yang kita perlukan. Untuk itu, kita perlu belajar cerdas dan bijak. Yang bisa kita lakukan antara lain adalah belajar tidak hanya dari pengalaman kita sendiri, terutama adalah belajar dari pengalaman orang lain. Banyak cara yang bisa dilakukan, antara lain adalah membaca biografi orang-orang sukses. Dari artikel, buku biografi setebal puluhan sampai ratusan halaman, kita bisa memetik pengalaman berpuluh-puluh tahun dari orang-orang yang riwayat hidupnya dibukukan. Cara lain adalah membaca hasil survei di bidang-bidang yang kita minati. Hasil survei memetakan data dan informasi yang diekstraksi secara profesional dari pengalaman orang lain juga. Cara yang lebih mudah adalah ”bertanya” pada orang-orang yang kita anggap lebih berpengalaman dari kita dalam bidang-bidang yang kurang kita kuasai. Dengan belajar dari orang lain, kita bisa melipatgandakan pengetahuan yang kita dapatkan (yaitu pengetahuan dari pengalaman kita sendiri ditambah dengan pengetahuan dari orang-orang lain).
Di dunia yang bergerak cepat, banyak perubahan terjadi. Untuk mengendalikan perubahan ini, kita perlu belajar. Tanpa belajar, kita tidak bisa mengejar perubahan tersebut. Dengan belajar pun, jika tidak dilakukan dengan kecepatan yang sesuai dengan kecepatan perubahan tersebut, belum tentu juga kita dapat bertahan. Jadi, belajar sudah merupakan suatu keharusan, tetapi yang lebih diperlukan adalah belajar untuk sukses, yaitu belajar dengan menerapkan strategi belajar efesien, efektif dan bijak. Selamat belajar!

« Older entries